Laman

Rabu, 07 Mei 2014

Ronin

Ronin (浪人 rōnin?) atau rōshi adalah sebutan untuk samurai yang kehilangan atau terpisah dari tuannya pada zaman feodal Jepang (1185-1868). Samurai menjadi kehilangan tuannya akibat hak atas wilayah kekuasaan sang tuan dicabut oleh pemerintah. Samurai yang tidak lagi memiliki tuan tidak bisa lagi disebut sebagai samurai, karena samurai adalah "pelayan" bagi sang tuan.
Dalam budaya populer, ronin didramatisasi sebagai samurai tak bertuan, hidup tak terikat pada tuan atau daimyo dan mengabdikan hidup dengan mengembara mencari jalan samurai yang sejati.
Makam 47 Ronin yang terkenal
Di zaman Jepang kuno, ronin berarti orang yang terdaftar (memiliki koseki) sebagai penduduk di suatu tempat, tapi hidup mengembara di wilayah lain sehingga dikenal juga dengan sebutan furō (pengembara).
Di zaman Muromachi dan zaman Kamakura, samurai yang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal menjadi pengembara. Pada waktu itu, ronin sering menjadi sebab timbulnya kerusuhan skala kecil di berbagai daerah. Walaupun para daimyo banyak membutuhkan prajurit untuk berperang, ronin hampir tidak berkesempatan mendapat majikan yang baru. Situasi keamanan yang buruk menyebabkan ronin membentuk komplotan yang saling berebut wilayah dan pengaruh, beroperasi sebagai gerombolan pencoleng hingga menimbulkan huru-hara. 
Lukisan Ronin yang sedang merampok
Di zaman Sengokusengoku daimyo yang tersebar di seluruh Jepang memerlukan prajurit dalam jumlah yang sangat besar, sehingga ronin mempunyai kesempatan besar untuk mendapat majikan baru. Tidak seperti pada zaman Edo, hubungan antara samurai dan tuannya pada zaman Sengoku tidaklah begitu erat. Di zaman Sengoku, samurai banyak yang memilih jadi ronin atas keputusannya sendiri cuma karena situasi kerja yang tidak memuaskan. Ada juga samurai yang memilih jadi ronin agar bisa menemukan tuan yang menjanjikan kondisi pekerjaan dan gaji yang lebih baik. Samurai yang berpindah-pindah tuan juga tidak kurang jumlahnya, bahkan ada juga ronin yang sukses menjadi daimyo. Semasa hidupnya, samurai bernama Tōdō Takatora pernah mengabdi untuk 10 orang majikan. Pada waktu itu, orang masih bisa semaunya berpindah-pindah kelas, seperti samurai berganti profesi menjadi pedagang atau petani menjadi samurai.
Setelah Toyotomi Hideyoshi berhasil mempersatukan Jepang, berakhir pula zaman perang saudara yang berkepanjangan sehingga samurai banyak yang menjadi ronin. Sebagian besar daimyo tidak lagi perlu memiliki banyak pengikut. Setelah Pertempuran Sekigahara yang dimenangkan kubu Pasukan Timur, wilayah kekuasaan daimyo Pasukan Barat banyak sekali yang dirampas sehingga para samurai yang kehilangan pekerjaan menjadi ronin. Di zaman Keshogunan Edo, pemerintah Bakufu menghancurkan daimyo yang termasuk golongan tozama daimyo (daimyo yang pernah mendukung klan Toyotomi) sehingga jumlah ronin menjadi semakin banyak.
Di zaman Edo, penghapusan sebagian besar daimyo mengakibatkan jumlah samurai yang menjadi ronin makin bertambah banyak. Di akhir pemerintahan Tokugawa Iemitsu, jumlah ronin melonjak menjadi sekitar 500.000 orang karena peran samurai tidak lagi dibutuhkan di masa damai. Sebagian besar ronin menjadi penduduk kota atau menjadi petani, sebagian ronin bahkan pergi merantau ke luar negeri menjadi prajurit bayaran. Sebagian besar ronin justru hidup menderita dalam kemiskinan di kota-kota dan pemerintah Bakufu menganggapnya sebagai ancaman keamanan. Ronin banyak yang diusir dari kota dan hanya boleh tinggal di wilayah-wilayah yang ditentukan. Pemerintah Bakufu bahkan mengambil tindakan yang lebih kejam dengan melarang ronin mencari tuan yang baru. Kelompok ronin yang terusir ke sana ke mari akhirnya bersatu di bawah pimpinan Yui Shōsetsu dan berkomplot untuk menggulingkan pemerintah Bakufu dalam Pemberontakan Keian.
Pemerintah Bakufu melarang pengangkatan anak sebagai putra pewaris darurat (matsugoyōshi), akibatnya garis keturunan daimyo banyak yang terputus karena daimyo keburu meninggal tanpa memiliki putra pewaris. Keluarga daimyo yang tidak mempunyai putra pewaris terpaksa bubar dan samurai yang kehilangan tuannya berakhir sebagai ronin. Setelah pecahnya Pemberontakan Keian, pemerintah Bakufu berusaha memperbaiki kebijakan terhadap ronin. Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan baru, seperti melonggarkan larangan mengangkat putra pewaris darurat, mengurangi jumlah daimyo yang dirampas wilayah kekuasaannya, dan meninjau kembali pembatasan wilayah permukiman ronin. Peluang ronin mencari majikan baru juga dibuka kembali. Walaupun sudah ada kebijakan baru, jumlah samurai yang menjadi ronin tidak juga bisa berkurang. Ronin-ronin baru terus bermunculan akibat perampasan wilayah kekuasaan para daimyo yang terus berlanjut.
Di zaman Edo, ronin yang sudah kehilangan jati diri sebagai samurai masih diakui pemerintah sebagai "samurai" dan masih diizinkan memakai nama keluarga samurai dan membawa katana di pinggang. Sehari-harinya, ronin hidup berdampingan dengan rakyat banyak di bawah pengawasan pemerintah kota (machi bugyō). Sebagian besar ronin hidup miskin di rumah-rumah sewa, tapi ada juga ronin yang berhasil menjadi sastrawan ternama seperti Chikamatsu Monzaemon. Ronin ada yang membuka dojo, menjadi instruktur bela diri atau menyumbangkan jasa sebagai guru mengajar anak-anak orang biasa di terakoya (sekolah dasar swasta yang menempel di kuil agama Buddha). Miyamoto Musashi adalah seorang ronin yang terkenal sebagai jago pedang tanpa tanding.
Di akhir zaman Edo, para ronin mulai berperan aktif di bidang politik. Samurai dari kelas yang disebut gōshi (samurai distrik) banyak yang atas permintaan sendiri meninggalkan domain (han) tempat tinggalnya supaya bisa terjun di bidang politik. Sakamoto Ryōma adalah salah seorang ronin yang berhasil sebagai politikus. Pada waktu itu, ronin palsu juga banyak bermunculan. Penduduk kota dan petani yang tidak dilahirkan dari kalangan samurai banyak yang mengaku sebagai ronin, memamerkan katana di pinggang, dan memakai nama keluarga samurai dengan semaunya. Shinsengumi dianggap sebagai kelompok ronin, tapi anggotanya banyak yang terdiri dari penduduk kota dan petani.
Setelah Restorasi Meiji, identitas ronin ikut dihapus sesuai dengan prinsip shiminbyōdō (penghapusan semua golongan dan kelas dalam masyarakat).
Dalam cerita fiksi, ronin sering digambarkan sebagai yojimbo atau serdadu bayaran. Film Kurosawa Akira yang berjudul The Seven Samurai dan Yojimbo adalah salah satu contoh film bertema jidaigeki yang menampilkan ronin.
Film Hollywood juga tidak ketinggalan mendapat pengaruh dari kisah-kisah ronin, seperti film Clint Eastwood yang berjudul Man with No Name. Film The Magnificent Sevenmerupakan versi Amerika dari film The Seven Samurai karya Kurosawa Akira. Dan yang terbaru adalah 47 Ronin yang dibintangi oleh Keanu Reeves dan Ko Shibasaki.
dibawah ini adalah cuplikan dari film 47 ronin yang menceritakan para samurai yang menjadi ronin setelah Daimyou mereka di fitnah oleh penyihir.

Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Ronin

Miyamoto Musashi

Miyamoto Musashi (宮本 武蔵?), atau biasa disebut Musashi saja, adalah seorang samurai dan ronin yang sangat terkenal diJepang pada abad pertengahan. Ia diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1584, dan meninggal tahun 1645. Nama aslinya adalah Shinmen Takezo. Kata Musashi merupakan lafal lain dari "Takezo" (huruf kanji bisa memiliki banyak lafal dan arti). Musashi memiliki nama lengkap Shinmen Musashi No Kami Fujiwara No Genshin.

Panggilan masa kecil Musashi adalah Bennosuke. Nama Miyamoto sendiri adalah nama kuno sebuah daerah di barat daya Tokyo. Nama No Kami berarti kaum bangsawan daerah setempat. Pada umumnya, Fujiwara adalah nama asal dari keluarga leluhur para bangsawan di Jepang yang diturunkan ribuan tahun yang lalu. Nenek moyang keluarga Musashi (Hirada/Hirata) adalah keturunan keluarga Shinmen, penguasa di Kyushu, pulau bagian selatan Jepang.

Miyamoto Musashi
Ayah Musashi, Munisai Hirata, meninggal ketika ia diperkirakan baru berusia 7 tahun. Setelah ibunya kemudian juga meninggal, maka Musashi kemudian ikut paman dari pihak ibu. Dengan demikian, ia sudah yatim piatu ketika Toyotomi Hideyoshi menyatukan Jepang pada tahun 1590. Tidak jelas apakah keinginan bermain Kendo adalah berkat pengaruh pamannya ataukah keinginan Musashi sendiri.

Musuh pertama Musashi ditemuinya ketika ia baru berusia 13 tahun. Ia adalah Arima Kihei, samurai perguruan Shinto Ryu bidang seni militer yang terampil bermain pedang dan tombak. Musashi mengalahkannya dengan cara melemparnya ke tanah dan memukulnya dengan tongkat, sehingga musuhnya tersebut mati berlumuran darah.
Ketika ia berusia 16 tahun, Musashi mengalahkan lawan berikutnya, dan sejak itu ia kabur dari rumah dan terlibat dalam berbagai kontes pertarungan dan peperangan sampai ia berusia 50 tahun. Musashi mengembara keliling Jepang dan menjadi legenda. Berbagai musuh terkenal pernah dikalahkannya, antara lain samurai-samurai keluarga Yoshioka diKyoto, jagoan ilmu tongkat kondang Muso Gonosuke di Edo, bangsawan Matsudaira di Izumo, dan Sasaki Kojiro di Bunzen.
Batu peringatan Musashi di Ichijoji,Kyoto.
Pertempuran lain adalah pertempuran melawan salah satu perguruan bela diri terkenal di Jepang pada masanya di Ichijoji. Musashi bertempur melawan sekitar 50 samurai, dan pertempuran tersebut dimenangkan oleh Miyamoto Musashi dengan teknik dua pedangnya. Hingga saat ini, bekas pertempuran Musashi di Ichijoji dijadikan monumen oleh masyarakat Jepang.
Salah satu peperangan terkenal yang sering dikatakan melibatkan Musashi adalah Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600, antara pasukanTokugawa Ieyasu dan pasukan pendukung pemerintahan Toyotomi Hideyori, dimana ribuan orang tewas terbantai dalam peperangan itu sendiri dan pembantaian sesudahnya oleh tentara pemenang perang. Saat itu Musashi memihak pasukan Toyotomi Hideyori (anak dari Toyotomi Hideyoshi).
Setelah melewati periode pertarungan (terakhir melawan Sasaki Kojiro) dan peperangan tersebut, Musashi kemudian menetap di pulau Kyushu dan tidak pernah meninggalkannya lagi, untuk menyepi dan mencari pemahaman sejati atas falsafah Kendo. Setelah sempat meluangkan waktu beberapa tahun untuk mengajar dan melukis di Kuil Kumamoto, Musashi kemudian pensiun dan menyepi di gua Reigendo. Di sana lah ia menulis Go Rin No Sho, atau Buku Lima Cincin/Lima Unsur. Buku ini adalah buku seni perang yang berisi strategi perang dan metode duel, yang diperuntukkan bagi muridnya Terao Magonojo. Namun oleh peneliti barat, buku ini dianggap rujukan untuk mengenal kejiwaan dan pola berpikir masyarakat Jepang. Buku ini menjadi klasik dan dijadikan rujukan oleh para siswa Kendo di Jepang. Musashi dianggap sedemikian hebatnya sehingga di Jepang ia dikenal dengan sebutan Kensei, yang berarti Dewa Pedang. Tak lama setelah itu, Musashi meninggal di Kyushu pada tahun 1645. Musashi tidak menikah dan tidak mempunyai keturunan, tapi ia mempunyai seorang anak angkat sekaligus murid yang juga masih saudara sepupunya bernama Iori Miyamoto.
Monumen Pertarungan Musashi Vs Kojiro
Studi kehidupan dan hasil karya Musashi masih tetap relevan pada masa kini, karena mencakup taktik dan strategi yang dapat diaplikasikan untuk berbagai kegiatan praktis seperti periklanan, bisnis, dan militer. Berbagai produk budaya seperti film dan buku sastra juga tetap diminati masyarakat, diantaranya yang terkenal ialah buku karya penulis Eiji Yoshikawa dan film karya sutradara Hiroshi Inagaki. Inspirasi yang diberikan oleh Musashi tidak saja terjadi pada masyarakat Jepang, tetapi juga pada masyarakat dari berbagai penjuru dunia.
Dari semua Pertarungan Musashi, pertarungan yang sangat dikenang dan di ingat oleh masyarakat jepang sendiri adalah pertarungan dengan saingan sehidup sematinya yaitu Sasaki Kojiro, bahkan monumennya sampai di buat dan menjadi objek wisata.
Berikut adalah video bagaimana Musashi melawan Kojiro, video ini diambil dari scene Dorama jepang berjudul, Ganryu jima kojiro and musashi di tahun 1992

Referensi :
  • Harris, Victor, A Book of Five Rings/Miyamoto Musashi, Edisi Indonesia (alihbahasa oleh Drs. Suharsono), Kentindo Publisher, 2000.

Daimyou

Daimyō (大名?) berasal dari kata Daimyōshu (大名主?, kepala keluarga terhormat) yang berarti orang yang memiliki pengaruh besar di suatu wilayah. Di dalam masyarakat samurai di Jepang, istilah daimyō digunakan untuk samurai yang memiliki hak atas tanah yang luas (tuan tanah) dan memiliki banyak bushi sebagai pengikut.
Pada zaman Muromachi, Shugoshoku adalah nama jabatan yang diberikan kepada kelas penguasa untuk menjaga wilayah feodal yang disebut Kuni (provinsi). Penguasa yang menjabat Shugoshoku kemudian sering disebut sebagai Shugo Daimyō (守護大名?, daimyō yang melindungi).
Di zaman Sengoku, dikenal penguasa wilayah feodal yang disebut Taishin (大身?). Selain itu dikenal juga samurai lokal yang berperan dalam pembangunan daerah yang disebut Kokujin (国人?). Sengoku Daimyō (戦国大名?) merupakan sebutan untuk daimyō yang menguasai lebih dari satu wilayah kekuasaan.
Pada zaman Edo, daimyō adalah sebutan untuk samurai yang menerima lebih dari 10.000 koku dari Keshogunan Edo, sedangkan samurai yang menerima kurang dari 10.000koku disebut Hatamoto.
Daimyou di Zaman Sengoku
Oda Nobunaga
Zaman Sengoku (戦国時代 sengoku jidai?, zaman negara-negara berperang) (sekitar 1493 - sekitar 1573) adalah salah satu pembagian periode dalam sejarah Jepang yang dimulai sekitar tahun 1493 Peristiwa Meiōnoseihen (pergolakan di dalam klan Ashikaga untuk menentukan pewaris jabatan shogun) sampai shogun ke-15 Ashikaga Yoshiaki ditaklukkan oleh Oda Nobunaga yang menandai akhir zaman Muromachi dan mengawali zaman Azuchi Momoyama. Zaman Sengoku adalah akhir dari zaman Muromachi. Ada juga pendapat yang mengatakan zaman Azuchi Momoyama atau disebut juga zaman Shokuhō (織豊時代 shokuhō jidai?, zaman Oda Nobunaga-Toyotomi Hideyoshi) sudah dimulai sejak Oda Nobunaga mulai bertugas di Kyoto sebagai pengikut Ashikaga Yoshiaki.
Tokugawa Ieyasu
Toyotomi Hideyoshi
Tiga Daimyou utama di Zaman sengoku adalah Oda nobunaga, toyotomi hideyoshi dan Ieyasu tokugawa, Berawal dari Oda Nobunaga yang menaklukan Ashikaga Yoshiaki, Oda Nobunaga berkuasa di Jepang dalam kurun waktu yang lumayan lama, namun atas penghianatan ajudan paling setianya yaitu Akechi Mitsuhide, Oda Nobunaga memutuskan untuk melakukan Seppuku di saat akhir. Semenjak kematian Oda Nobunaga, Akechi Mitsuhide menguasai Jepang namun hanya dalam Tiga hari, setelah itu Jepang pun di kuasai oleh salah satu orang terpercaya Oda Nobunaga, Toyotomi hideyoshi, namun, karena Toyotomi hideyoshi terbilang sangat memegang teguh kekuatan dalam menguasai Jepang, banyak daimyou daimyou lain yang memberontak dan akhirnya Tokugawa Ieyasu lah yang menjadi Shogun pada Zaman itu.
Cerita pada Zaman Sengoku sangat disenangi oleh berbagai kalangan, bahkan Zaman ini pun sampai dibuat gamenya, Gamenya menceritakan tentang bagaimana perang pada zaman itu berlangsung, karakter yang digunakan pun juga bukan hanya daimyou daimyou saja. Sebut saja Sengoku Basara, dan Samurai Warriors. Berikut adalah Link video Game yang dibuat oleh Koei Entertainment.
Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Daimyo

Rabu, 01 Januari 2014

Going Merry History Part 1~

Yosh.. semua.. di postingan ini saya mau berbagi sejarahnya Going Merry nih... oke kita start aja ya... XD
waktu itu, Saya dan Eri baru beberapa bulan memulai Cosplay.. kita berada di tim yang bernama Shinkanzen, di Shinkanzen kita juga aktif dan sudah ikut perform bareng mereka, di Shinkanzen itu bagaikan sebuah keluarga baru.. nah, waktu itu, saya dan Eri memutuskan pingin punya projekan sendiri, yaitu cosplay One Piece, waktu itu Eri pertama kali Cosplay Roronoa Zoro di Rock House BatikJuku di tanggal 08 Januari 2011, (kita pertama Cosplay september 2010) dan karena waktu itu jahitan saya belum jadi, saya Cosplay jadi kagamine Len, ini foto Eri waktu pertama jadi Zoro.
Eri Maulana
Waktu itu kita masih awam soal wig, saya juga jadi Len pinjem, hehe.. dan Eri pakai Sasha semprot, entah itu produk sudah kemana sekarang. Nah, akhirnya jaitan kostum saya jadi, waktu itu saya jait dua kostum, Default sama Strong World ver, dan kami langsung memutuskan untuk perfom di SMAN 5 Bandung pada tanggal 06 Februari 2011 menggunakan Strong World ver, karena kami saat itu masih awam, kami bingung bagaimana perform yang baik dan benar, alhasil kita lakukan Cross Over One Piece vs Naruto, dan saat itu formasinya adalah Saya(Luffy), Eri(Zoro), Ihsan(Naruto), Arif(Sasuke). Nah, meskipun perform ini menghibur banyak orang, namun karena apresiasi kita masih belum baik, bloking dan timing perform masih kacau.. kita kalah.. kecewa sih, tapi apa boleh buat. Ini foto ketika kita perform
  
Topi saya masih kuning cerah.. haha.. , setelah perfom kita merasa cukup yakin akan menang, tapi hasil berkata lain, dan belajarlah kita bahwa lakukan saja lah yang terbaik saat perfom, karena kemenangan bukan segalanya, meski pun kalah dalam kompetisi, bukan berarti kami lebih jelek atau lebih buruk. Dan beres pengunguman, bertemulah kami dengan seorang wanita bernama Lin, Lin lah yang sebenarnya membantu kami membuat Going Merry, di sini kami belum begitu kenal dan belum terpikir untuk membuat Tim Cosplay Spesialisasi. Namun, cukup lama bagi Saya dan Eri untuk bisa bertemu Lin lagi. 

Setelah sekian lama kami tidak bertemu Lin, di Event Jion UPI, pada tanggal 02 April 2011, saya dan Eri mencoba mengcosplaykan Luffy dan Zoro ver default dan Ennies lobby Arc, Cosplay kami cukup menarik perhatian pengunjung pada saat itu, dan akhirnya bertemu lah kami dengan Lin, Lin begitu tertarik pada kami saat itu dan mendadak menjadikan kita model di Photo Sessionnya. Ini foto hasil jepretan Lin dan temannya. 

Saat foto ini diambil, kami berbincang cukup lama dengan Lin, kemudian meminta kontak Facebook dan nomor Lin, saat itu editan foto selesai pada saat event SMAN 3 Bandung, dan Lin bertemu saya dan Eri sedang mengikuti Lomba Vocal Group, dan alhamdulillah juara dua, kami saat itu membawa formasi Luffy, Zoro, Nami Sanji Robin. ini fotonya.
Orang yang paling depan itu Keyboardist kami saat ikut lomba itu. dari Formasi ini Nami (irfit) dan Sanji (rivaldi) tidak menjadi member tetap, namun karena pada saat itu kami membawa Nama SMKN 4 bandung, maka semua anggotanya SMKN 4 Bandung. Melihat Saya dan Eri menambah Crew, Lin mulai menawarkan membuat Tim yang isinya hanya One Piece, saya dan Eri yang sangat tertarik, dan akhirnya memulai planning kami. Tapi, masalah menerpa kami saat itu, kabar terbuatnya tim kami, menyebar di Shinkanzen, dan banyak orang yang salah paham tujuan kami, dan mengira kami membelot dan akan keluar dari Shinkanzen, yang mengerti saat itu adalah Ryu, Fuuha, dan Ardy. Dan ketika saya sedang perform di Cimahi, Eri yang datang ke balkot sempat di sidang oleh member Shinkanzen. Tapi pada akhirnya mereka mengerti setelah kami jelaskan pada Gath berikutnya bahwa tujuan kami adalah membuat Tim lain untuk spesialisasi One Piece tetapi tetap kami berdua ada di naungan Shinkanzen, bukan Going Merry yang berada di bawah naungan Shinkanzen. Dan, Akhirnya terbentuklah Going Merry dengan formasi Saya(Luffy), Eri(Zoro), Jessica(Nami),Jason(Sanji), Hani(Robin), inilah foto kami saat itu.
Jason tidak bisa ikut photo session saat itu dan kami hanya berempat. Setelah photoses ini, dibuat lah Group Facebook dengan nama Going Merry. Member kami banyak karena termasuk yang bukan Cosplayer juga, namun fans One Piece juga. Kemudian pada tanggal 18 Juni 2011, kami memutuskan untuk ikut perfom di STBA YAPARI ABA Bandung (kampus saya sekarang) dan Alhamdulillah mendapat juara 1. Dan mulai dikenallah Nama Going Merry. Formasi saat itu adalah Saya(Luffy), Eri(Zoro), Putri(Nami), Ihsan(Usopp), Lucky(Sanji), Hani(Robin),Salman(Chopper), Rivaldi (Enel). Jessica tidak bisa datang karena mempunyai urusan dan diganti dengan Putri, mendadak ketika akan perfom Jason tidak bisa berlama lama dan sayangnya saat itu perform kami setelah maghrib.dan akhirnya Sanji dan Nami di ganti. ini foto kami saat itu.


Kostum kami saat itu belum bisa di sebut sempurna, namun kami tetap bersemangat dan yakin untuk perform. Setelah perform di STBA, kami beristirahat untuk mengikuti lomba,di tambah saat itu dekat dengan UN karena saya dan Eri sudah kelas 3 SMK saat itu, dan kami memutuskan untuk mengikuti Lomba like foto di Papyrus Foto Studio, dan kami mendapat Like paling banyak saat itu. Foto kami pun terpajang di Cover Papyrus. Formasi saat itu adalah (Luffy), Eri(Zoro), Jessica(Nami), Ihsan(Usopp), Jason(Sanji), Salman(Chopper), Hani(Robin), dan Lin (Vivi) inilah foto kami saat itu.
Jessica tidak bisa ikut karena suatu urusan sehingga kami memutuskan mengikuti lomba tanpanya, dan akhirnya, kami berhasil lengkap dengan anggota kami saat itu pada event Hamamatsu di Cibaduyut pada September 2011, (tanggalnya lupa) hehe.. dan menjadi Guest star pada acara itu, bersama Shinkanzen. inilah foto kami saat itu.

Oke... part 1 dari Going Merry History sampai sini dulu ya.. XD
berikutnya ga akan lama di posting ko.. sekarang saya mau tidur dulu.. Oyasuminasai...

3 Hari Berpetualang di Singapore

Okee...setelah sekian lama ngga bikin postingan, akhirnya bikin postingan lagi (dan sama2 buat tugas XD), oia, For your information, sekarang saya pindah jurusan dari Informatika ketika SMK ke bahasa Jepang di Universitas.. saya sekarang kuliah di STBA YAPARI ABA BANDUNG!! Yaah~ memang mahiwal sih, tapi seengganya sekarang saya mempelajari bahasa manusia.. wkwk

Allright, to the point aja, postingan yang bakal saya bagi pada postingan ini adalah tentang pengalaman saya waktu berpetualang di Singapore dari tanggal 14 sampai 16 Desember 2013 Kemarin, kalo penasaran kenapa saya bisa kesana? itu karena Alhamdulillah team Cosplay saya, Going Merry Cosplay Team jadi juara Best Cosplay Team pada Hellofest 9 pada tanggal 10 November 2013!! ini nih videonya kalo mau liat, bisa diliat Disini..Sayang ga bisa kesana Full team karena cuman di kasih jatah 2 orang.. :(

sebenernya waktu itu saya pilih batalin aja, tapi temen2 bilang sayang, jadi di kirimlah saya dan Eri Maulana (Roronoa Zoro) setelah di musyawarahkan, kemudian karena ada satu peserta yang cancel, satu tiket dikasih ke team kami dan terpilih lah Fadhilah Huda Intishar Madani (Nico Robin & Pacarnya Eri XD) sebagai perwakilan dari kami. Oke.. langsung aja kita liat foto2 dan keterangannya ya.. XD



@Changi Airport
 Dua foto diatas adalah foto waktu pertama kali menginjakan kaki di Singapore.. tepatnya di Changi Airport.. XD

Dari Changi Airport, kita langsung naik Elf bareng Tour Guide.. aku lupa nama si bapanya, tapi di mobil dia nyetel lagu Ayu ting ting!! Ternyata di Singapore dangdut terkenal.. XD tapi kenapa di Negara kita banyak yang ga suka ya? ya.. saya juga ga begitu suka penyanyi dangdut sekarang2 yang nyanyinya pake efek, kalo haji Roma, inul, Alam, dll sih suka.. XD, oke, ini dia foto waktu di Elf.. 



@Mobil Elf

 Edaan!! jalannya!! Bersih! XD, takjub sama jalan raya disana, di jalannya g ada satupun sampah, dan mobil pun sebenernya banyak penggunannya tapi karena beraturan jadi ga begitu padat.. meskipun tetep ada macetnya dimana2 mah.. tapi yakin lah Indonesia bisa lebih baik dari ini.. shishishi.. saya duduk di depan jadinya bisa liat langsung susasananya.. wkwk.. XD
oke.. next... kita langsung jalan2 ke Orchard St.. disini ada satu mall yang saya foto karena namanya aneh.. liat aja.. XD



Di sini kita makan di suatu tempat yang All You Can Eat!! (lupa nama restonya)... dan makanannya adalah... Jeng jeng jeng!!


DAGIIING!!! XD di resto ini nikmat banget lah.. meskipun emang akhirnya masih lapar karena cma ngabisin 4 porsi.. 2 "kumpulan" daging punya saya, 1 punya A rangga dan 1 punya Eri, intinya ngabisin daging punya orang juga.. yang lain pada bengong karena saya ga berenti ambil daging dan sekali ambil lumayan banyak.. wkwk.. XD

tapi sayang ga sempet ngabisin ini Es krim karena udah mau berangkat ke tujuan berikutnya..  padahal enaak banget ini es krim :(



 Oke.. abis makan, kita langsung pergi dan berbelanja di Bugis, tapi sebelum kita ke bugis kita ke Mesjid agung disana... dan mesjidnya.. waaaw... *A*)b



 hebat kan masjidnya?? XD, well di indo mungkin ada yang lebih bagus tapi saya ga pernah kesana.. wkwk..
waktu di bugis.. baterei hp udah sekarat dan dsimpan untuk song of the sea, jadi di bugis saya fokus belanja.. wkwk, sehabis dari Bugis, kita ke song of the sea.. nonton pementasan layar tancep di semprotan air(gatau namanya).. di pementasan ini efek laser sama apinya keren banget.. tapi saya juga ga sempet foto banyak, video juga cuma sebentar.. karena batere HP habis.. T_T

Song of the sea sebelum pementasan
daaan... setelah dari sini, kita langsung ke hotel untuk beristirahat..tapi begitu sampe hotel bukan istirahat yang pertama di lakukan..Charge HP!! XD, dan sambil nge charge, saya dan A Rangga berkeliling jalan di singapura malem2 untuk membeli SIM Card Singapura biar bisa internetan dan ngasih kabar buat yang di rumah.. dan akhirnya dapet kemudian bisa ngasih kabar ke keluarga, teman dan koibito di Indo.. dan petualangan di hari pertama beres.. yang paling berkesan di hari pertama ini selain makan daging adalah, ketika melihat si kakek penjual tisu waktu di orchard.. :'), entah dimana anak dan cucunya, meski memang dari yang saya denger, di Singapore itu kalo udah berkeluarga, harus mandiri dan lepas dari orang tua..tapi tanpa di temani, si kakek ini tetap tegar menghadapi hidupnya di banding jadi pengemis.. :')
Kakek penjual tisu, di foto sama teh Arme.
Oke!! Lanjut ke hari ke dua!! Di hari ke dua ini, saya dan kawan kawan jalan jalan, ke Merlion Park, ituloh tempat yang ada patung pancoran Singa duyung, terus naik Flyer dan kemudian datang ke EOY, event cosplay tujuan sebenarnya datang ke singapore. Oke ini dia foto2nya.. 


 Itu diatas beberapa foto waktu di Merlion Park.. gimana fotonya? XD, nah di foto kedua, saya sama Eri pegan fotonya bang Maru.. sesepuh Shinkanzen, team cosplay dimana saya bernaung... FYI, Going Merry saya dan Eri buat khusus untuk Cosplay One Piece, jadi kita aslinya tetep anggota Shinkanzen Cosplay Team.. XD, langsung ke foto selanjutnya.. 





Ini foto yang diambil waktu ada di langit... (di flyer maksudnya), keren kan viewnya? meskipun sedikit mual sih.. #keliatan banget katronya, trus di foto terakhir entah bagaimana itu bisa ada kapal di bangunan, mungkin di tendang sama sangkuriang juga kali ya.. XD ahahaha.. lanjut ke foto berikutnya.














Daaan... diatas ini adalah foto2 di EOY, di event Jepangan disana, tempatnya keren karena deket laut.. hebat banget pokonya, dan senengnya di sana juga ada cosplayer One Piece.. ada juga yang memang khusus ngecosplayin One Piece, nama timnya One Piece Addict.. sempet kenalan sama yang jadi Luffy masa kecilnya.. ini fotonya..

Kereeen!! Cosplayer disana pada bagus2.. tapi Coser Bandung banyak yang lebih bagus sih.. :v
wani ngadu lah.. XD,orang yang jadi luffy di atas itu saya dan caitlin sison.. dia juga pernah jadi Nami Movie Z ver.. pas kita kenalan dia langsung add FB saya d HPnya.. asik lah punya temen lintas Negara.wkwk

Abis dari sini, kita kembali ke hotel dan istirahat, besoknya, di hari terakhir kita ke singapore, kita pergi ke Universal Studio!! XD, cuma sebentar sih karena waktunya mepet takut telat ke bandara, karena kita2 juga serombongan telat bangun tidurnya sih.. hhe.. ok kita liat aja fotonya..








 Oke, itulah foto2 di USS Singapore, cuma sempet masuk dua wahana, The Mummy sama Madagascar, cerita di USS ini sangat mengejutkan, kenapa? karena saya itu seumur hidup cuma pernah sekali naik roler coaster di BSM, itu juga dlu, waktu masih SD, dan kemarin waktu di Singapore, saya terjebak, saya pikir The Mummy itu kaya museum, eh ternyata di tengah jalan antrian (antriannya kaya labirin) ada plang, "This is a HIGH SPEED roler coaster" di hati pun saya berkata.. "aaah, moal baleg..." dan lebih gilanya lagi, kebagian duduknya paling depan.. =_=. Alhasil, saya merem karena takut muntah kalo buka mata, merem aja kerasa kaya jatuh dari jurang... tapi,, setelah sekian lama akhirnya kesampean juga makan daging kalkun!! Gede banget! ya... meskipun makan 3 paha saya baru kenyang sih.. tapi untung minumnya juga jumbo, dan paket ini aslinya seharga $12 Singapore, atau Rp.120.000 di indo.. waw, untung aja ada tiket voucher buat diskon makan.. shishishi... XD

 Dan.. ini lah foto terakhir yang di ambil sebelum kembali berangkat ke Indonesia, di Changi Airport.. sekalian sebagai penutup postingan ini.. maaf kalo panjang ya... XDb